Minggu, 23 September 2012

quantum energi pada manusia



quantum energi  pada manusia


Anda ingin tahu siapa Anda? Atau Anda ingin menggali potensi anda sampai batas tak terhingga? Saat ini banyak sekali pelatihan-pelatihan yang mengajarkan “Self Help” untuk mengenali dan mengali potensi diri, peyembuhan, hipnotis bahkan reinkarnasi. Hampir semua pelatihan tesebut mengarahkan potensi manusia ke alam bawah sadarnya. Ya, Alam bawah sadar menyimpan 80% potensi tersembunyi manusia.Saya sendiri pernah mengikuti pelatihan Alpha Power, dalam pelatihan ini kita diajak masuk ke dalam kondisi alpa untuk mengakases alam bawah sadar. saat berada di alam bawah sadar (kondisi alpha) kita diajak untuk melakukan sesuatu yang di luar nalar manusia. Sebagai contoh saat pelatihan saya bisa mematahkan 3 besi dragon hanya dengan gulungan koran, menjatuhkan bola lampu dari ketinggian 3 meter tetapi lampu tidak pecah. Dan ini bisa terjadi hanya dengan niat/memvisualisakan di alam bawah sadar. Saat itu saya sangat takjub dan semua peserta pelatihan merasakan hal yang sama.Jika hanya dengan mengaktikan kekuatan alam bawah sadar saja manusia sudah bisa keluar dari hukum-hukum materi apa jadinya kalau manusia menggunakan kekuatan RUHnya. 

Ruh adalah kekuatan Tuhan sesungguhnya yang ditempatkan dalam diri kita .Ruh menyatu dengan badan tapi bukan seperti menyatunya gula dengan air, akan tetapi Ruh menguasai badan sehingga badan hidup. Pada hakekatnya pekerjaan-pekerjaan yang manusia kerjakan adalah pekerjaan ruh seperti melihat, mendengar… artinya itu semua merupakan tajalli dari ruh.
Ruh dan badan masing-masing memiliki aturan dan hukum-hukum sendiri-sendiri dan karena keduanya berada pada manusia, antara hukum materi dan hukum nonmateri terjadi saling tarik dan saling menguasai. Pada sebagian orang karena sisi materinya lebih kuat maka hukum-hukum materi menguasai hukum nonmateri, sehingga yang menonjol dan berlaku pada orang tersebut adalah hukum-hukum materi.Akan tetapi bagi orang yang ruhnya kuat, maka hukum-hukum nonmateri menguasai hukum-hukum materi (badan fisik). Saat Ruh menguasai tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum Fisika Quantum. Dan kita tahu di dalam hokum fisika quantum tidak ada lagi jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi. 

Adalah Alain Aspect, seorang ahli fisika quantum asal Paris ditahun 1982 yang terus menerus mengembangkannya fisika quantum beliau menemukan fenomena bahwa :1. Energi tidak hilang oleh jarak. 2. Bisa terjadi seketika (lebih cepat dari kecepatan cahaya) 3. Bisa menghubungkan lokasi – lokasi tanpa melintasi ruang.Business Week, suatu majalah International mingguan bisnis terkemuka, yang mengemukakan akan adanya terobosan-terobosan dibidang iptek berkenaan dengan adanya konsepsi “baru” mengenai Alam. Salah satunya yang berkaitan dengan fisika quantum dengan telah dibuktikannya oleh ilmuwan bahwa suatu benda bisa berada di dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama. 

Dari gambaran diatas maka cerita2 masa lalu yang mengatakan seorang wali bisa berada di dua tempat adalah hal yang bisa di jelaskan sekarang. 

HUKUM PERUBAHAN ENERGIT he Law of Perpetual Transmutation of Energy (Hukum perubahan energi tanpa henti): Hukum alam ini menyebutkan bahwa energi tidak pernah berhenti berubah bentuk. Hal ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa mengubah kondisi kehidupannya setiap saat mereka merasa ada yang perlu diubah atau diperbaiki.Semua orang memiliki kekuatan ini karena semua orang memiliki energi (mereka terbentuk oleh energi).

 Energi yang berfrekuensi tinggi bisa “menelan” atau mengkonsumsi energi berfrekuensi rendah dan lalu mengubahnya menjadi energi berfrekuensi tinggi.Contohnya, bila Anda sedang merasa sedih, lalu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka energi kegembiraan tersebut akan “memakan” energi kesedihan, dan kemudian mengubahnya menjadi kegembiraan.Jadi siapapun orangnya, meski sekarang ini mereka memancarkan energi berfrekuensi negatif, kalau mau, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi energi berfrekuensi positif dengan mengikuti dan menerapkan semua prinsip hukum universal sukses yang satu ini.Kekuatan untuk melakukan segala sesuatu tidak datang dari luar diri seorang manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena itulah Allah swt telah meletakkan energi berfrekwensi Tinggi atau berfrekwensi Ilahiah di dalam diri manusia yang disebut Allah swt berfirman

 :اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ\

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257) 

Berjalan di tengah siraman cahaya hidayah merupakan nikmat yang sangat agung. Sebaliknya, tenggelam dalam kegelapan kesesatan merupakan bencana yang sangat mengerikan. 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-An’aam: 122) 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata mengenai tafsiran ayat ini, “Orang itu -yaitu yang berada dalam kegelapan- adalah dulunya mati akibat kebodohan yang meliputi hatinya, maka Allah menghidupkannya kembali dengan ilmu dan Allah berikan cahaya keimanan yang dengan itu dia bisa berjalan di tengah-tengah orang banyak.” (al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 35)

 Orang-orang yang beriman, mendapat anugerah bimbingan dari Allah untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir (Manusia yang hatinya terkunci mati) yang jelas-jelas menentang ayat-ayat-Nya dan berpaling dari petunjuk Rabbnya, maka ‘pembimbing’ mereka adalah thoghut (Jin, syetan, Iblis, & kuasa kegelapan lainnya) , yang justru mengeluarkan mereka dari cahaya menuju gelap gulita.Begitu pula orang-orang munafik, yang sengaja meninggalkan kebenaran dan mencampakkannya, maka Allah ta’ala membiarkan mereka berjalan di atas kegelapan yang mereka pilih atas kehendak hawa nafsunya.

 Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Perumpamaan mereka -orang munafik- seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS. al-Baqarah: 17-18)

 al-Hafizh Ibnu Katsir menukil riwayat dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengenai tafsiran dari ayat ini. Beliau berkata, “Ini adalah sifat orang-orang munafik. Dahulu mereka beriman sehingga iman itu menyinari hati mereka sebagaimana api yang menyinari orang-orang yang menyalakan api. Kemudian mereka justru kufur maka Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka dan mencabutnya sebagaimana lenyapnya cahaya dari api tersebut sehingga Allah membiarkan mereka berada dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim [1/67]) 

Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman. Yang keduanya telah dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya), “Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52)

 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Dan sesungguhnya kedua hal itu -yaitu al-Qur’an dan iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan di akherat. Ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya.”(al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 38)

 Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan antara kemuliaan dan kejayaan suatu kaum dengan komitmen mereka terhadap ajaran al-Qur’an. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan menghinakan sebagian yang lain dengan sebab Kitab ini pula.” (HR. Muslim)

 Sebagaimana Allah ta’ala menjadikan iman dan ilmu sebagai sebab pengangkatan derajat sebagian dari hamba-hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadilah: 11)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengaitkan antara kebaikan seseorang dengan kepahamannya terhadap al-Qur’an dan komitmennya untuk mendakwahkannya. Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

 Dengan bahasa lain, kepahaman terhadap agama itulah yang akan menggiring manusia menuju kesuksesan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka niscaya akan dipahamkan dalam urusan agama.”(HR. Bukhari dan Muslim)Di sisi lain, Allah ta’ala juga mengaitkan antara kekuatan iman yang ada dalam hati seseorang dengan perhatiannya yang serius terhadap kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka…” (QS. al-Anfaal: 2)

 Sementara, kaum Khawarij -meskipun mereka pandai membaca al-Qur’an- namun dicela oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -bahkan disebut sebagai Syarrul khalqi wal khaliqah/sejelek-jelek manusia- akibat bacaan mereka tidak diiringi dengan kepahaman hati dan tidak bisa memetik pelajaran yang semestinya dari apa yang mereka baca -sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat/salafus shalih-. Beliau bersabda, “Mereka itu -yaitu Khawarij- pandai membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

an-Nawawi rahimahullahmengutip salah satu penafsiran hadits ini bahwa maksudnya adalah, “…Maknanya hati mereka tidak memahaminya dan mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka baca…” (Syarh Muslim [4/349]) 

Dari sinilah, kita dapat menarik pelajaran bahwa untuk membebaskan diri dari kegelapan seorang hamba harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu untuk menghidupkan hati yang telah mati dan gersang menjadi hati yang hidup dan subur dengan keimanan. Sementara harapan itu tidak akan terwujud kecuali dengan cara mentadabburi al-Qur’an dan memahaminya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.

 Betapa indah ucapan al-Imam Nashir as-Sunnah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisirahimahullah dalam Lum’at al-I’tiqad-nya, “Aku beriman kepada Allah dan segala yang datang dari Allah sesuai dengan keinginan Allah. Dan aku beriman kepada Rasulullah dan segala yang datang dari Rasulullah sesuai dengan keinginan Rasulullah.”Dan hal itu tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali jika dilandaskan pada kepasrahan total terhadap ayat-ayat Tuhan yang berada di dalam Kitab Al-Quran sebagai ayat Kauliyah dan juga ayat-ayat Tuhan yang berada di alam semesta sebagai ayat Kauniyah yang kita kenal sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah. Sehingga tidak ada jalan keluar dari kegelapan yang meliputi langit kehidupan kita kecuali dengan kembali kepada tuntunan dan bimbingan Tuhan semesta alam..Allah swt. tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Maka, segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita, pasti itu bukan tuhan. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah. 

Ayat Qauliyah 

Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang cara mengenal Allah.QS. At-Tin (95): 1-8Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? 

Ayat Kauniyah 

Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita (Alam Semesta) yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam semesta ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.QS. Nuh (41): 53Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? 

Kuantum Husada NAQS DNA NAQS DNA, menggunakan Energi Cahaya Wasilah Nuurun ‘ala nuurin (Frekwensi “M”) sebagai jembatan penghubung di antara 7 level lapisan tubuh energi manusia. Sehingga cahaya Ilahi dapat menerobos hijab dan menerangi lapisan tubuh energi manusia hingga lapis yang terbawah yaitu tubuh fisik. Dan itu secara otomatis memberikan kemampuan pada manusia untuk memaksimalkan potensi 7 lapis tubuh energinya. Tanpa frekwensi yang berasal dari Allah SWT, Tidaklah mungkin manusia dapat terhubung dengan Sistem Energi Cahaya Ilahi dan mengoptimalkan Kesadaran Ruh Ilahiahnya untuk menerangi Hidup dan kehidupannya. Serta melakukan perubahan positif bagi hidup dan kehidupannya

.Melalui Attunement naqs dnaDengan selaras dengan Tuhan maka kita tidak akan terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan energy dalam mengahadapi segala problematika kehidupan. Hidup menjadi ringan dan Kesuksesan menjadi sedemikian mudah di raih sehingga seolah-olah tanpa upaya sama sekali (Effortless success). Menguras tenaga dan energi sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikeluarkan, apabila kita selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan terhubung dengan Energi Cahaya Ilahi maka kita akan selalu tersuplai dengan energy yang berlimpah dan tiada batas. quantum husada  



LIMA PRINSIP MENGUBAH IMPIAN MENJADI KENYATAAN

LIMA PRINSIP MENGUBAH IMPIAN MENJADI KENYATAAN Oleh Ki Abduljabbar

.Buku “5 principles to turn your dreams into reality” karya Adi W.Gunawan dan Ariesandi Setyono ini akan membuka rahasia mengaktifkan money magnet dalam diri kita. Buku ini merupakan penjelasan secara mendetail mengenai langkah-langkah rahasia untuk mengaktifkan money magnet dalam diri kita masing-masing. Langkah-langkah rahasia kesuksesan itu adalah :


  1. Impian Dalam bagian ini, dikatakan bahwa Impian harus bersifat pribadi dan personal, serta melibatkan emosi di dalamnya sehingga daya pancar dari impian itu akan semakin kuat. Yang terpenting adalah berfokus pada makna di balik pencapaian itu sendiri. Apabila kita dengan sadar menentukan tujuan hidup, maka kita menata energi di sekitar untuk menghasilkan yang kita pikirkan. Ini sejalan dengan hukum Law of Attraction, dimana frekuensi yang sama akan menarik hal yang sama pula
  2.  Yakin Dalam bagian ini diajarkan cara yang tepat dan terbukti efektif dalam menghancurkan mental block yang menghalangi diri kita untuk menjadi yakin sebelum mencapai keberhasilan. Apa itu mental block? Istilah lainnya adalah self limiting belief, yakni sekumpulan program pikiran yang tersimpan di pikiran bawah sadar, yang bersifat menghambat seseorang dalam proses pencapaian keberhasilan. Cara-cara tersebut antara lain adalah afirmasi, visualisasi, dan terapi kata-kata. Penjelasan lebih lanjut mengenai cara afirmasi, visualisasi, dan terapi kata-kata agar efektif sudah saya posting.
  3.  Syukur Langkah ketiga adalah syukur yang merupakan bentuk lanjut dari yakin. Setelah mental block kita dapat kita atasi pada bagian yakin, maka syukur akan meningkatkan energi psikis kita secara luar biasa. Dalam bagian ini dikatakan bahwa cara paling mudah untuk bersyukur adalah dengan memutuskan untuk bersyukur, kalau perlu menjadi ahli bersyukur. 
  4.  Pasrah Pasrah dalam hal ini berarti melakukan sesuatu semaksimal mungkin dan hasilnya diserahkan pada Tuhan. We do our best and let God take care of the rest. Tuhan yang akan mengatur hidup kita. 
  5. . Doa Doa sangat penting karena merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan Sang Pencipta. Postingan saya sebelumnya menekankan pada pentingnya penggunaan kalimat positif dalam berdoa. Satu hal yang orang jarang sadari adalah bahwa apa pun yang mereka panjatkan saat berdoa sebenarnya merupakan sugesti atau afirmasi yang mereka tanamkan dalam pikiran bawah sadar mereka. Dan pikiran bawah sadar inilah yang berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dalam buku ini juga dikatakn bahwa doa yang benar adalah doa yang kita lakukan melalui kualitas berpikir, ucapan, dan tindakan kita sehari-hari. Mohon renungkan postingan saya sebelumnya.Intinya, saat kita tahu apa yang kita inginkan, yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang kita minta, syukur untuk nikmat yang akan kita terima dan pasrah sepenuhnya akan kehendak Tuhan, maka sebenarnya kita telah melakukan doa yang sesungguhnya. Pahamilah langkah-langkah dalam postingan-postingan saya sebelumnya dan terapkan secara benar, maka Anda tidak hanya akan meraih kesuksesan financial, tapi juga di bidang apa saja dalam hidup, termasuk bidang spiritual. 

Dengan visualisasi kreatif, kita dapat mewujudkan mimpi-mimpi kita. Dalam alam semesta ini, banyak sekali kelimpahan untuk kita. Dan untuk mewujudkan semua keinginan terbesar kita, kita harus memiliki tujuan dari impian kita terlebih dahulu. Setelah itu, ada banyak cara untuk membuat alam semesta membantu mewujudkan semua impian terbesar kita. Salah satunya adalah berpikir positif. 
Cara lain dapat dengan memvisualisasi semua yang kita inginkan, dalam visualisasi itu, kita harus membayangkan bahwa kita benar-benar sudah menerima apa yang kita inginkan. Contoh, apabila anda menginginkan rumah baru, maka anda harus bervisualisasi seperti anda sudah berada dalam rumah itu dan mengelilingi seluruh sudut rumah baru anda dari dapur, kamar dan semua bagiannya. 
Selain itu, afirmasi juga dapat kita gunakan dalam usaha untuk mewujudkan impian terbesar kita. Semua yang kita visualisasikan dan afirmasikan maupun yang kita pikirkan harus benar-benar sesuatu yang kita inginkan. Semuanya juga harus mempunyai tujuan yang benar-benar jelas sehingga semuanya dilakukan dengan emosi (rasa gairah atau soul state) yang dapat membantu kita untuk mewujudkan semua impian-impian besar yang ingin kita wujudkan. 
Mengoptimalkan Potensi ManusiaBagaimana cara kita agar dapat mengoptimalkan potensi yang kita miliki adalah sama dengan bagaimana kita dapat mengenali, mengendalikan dan mendayagunakan kekuatan pikiran kita. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kesuksesan hidup kita sangat tergantung dari apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita mendayagunakan kekuatan pikiran kita itu
.Paling tidak ada dua paradigma penting untuk menuntun kita ke arah pencapaian tujuan atau cita-cita hidup kita, apakah itu berupa kebebasan finansial, hubungan yang indah dengan Tuhan dan sesama, kesehatan, kebahagiaan, maupun kesejahteraan. 
Paradigma pertama adalah Pikiran Anda Menentukan Kesuksesan Anda (Your Thinking Determines Your Success), dan kedua adalah Kebiasaan Anda Menentukan Masa Depan Anda (Your Habits Will Determine Your Future). Hal ini berarti bahwa kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari serta apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menggunakan kekuatan pikiran inilah yang sangat menentukan apa jadinya kita di masa mendatang.Dalam buku berjudul “Applications in Self Management” karangan Brian T. Yates,
 kedua paradigma itu dijabarkan dalam teknik- teknik manajemen diri, yaitu: teknik-teknik yang berhubungan dengan perilaku (behavioral techniques) dan teknik teknik pendayagunaan pikiran (cognitive techniques).
 Dalam buku tersebut manajemen diri didefinisikan sebagai teknik-teknik psikologis untuk memecahkan masalah-masalah personal (pribadi) dan interpersonal (hubungan antar pribadi), maupun untuk mencapai tujuan-tujuan karir dan kehidupan. Meskipun tentu saja ini adalah definisi yang menurut kami merupakan sebagian dari manajemen diri.Sesungguhnya kemampuan kita untuk mendayagunakan kekuatan pikiran sangat ditentukan oleh serangkaian kebiasaan yang kita lakukan dengan pikiran kita. 
Menguasai dan mengendalikan pikiran kita hanya dapat kita lakukan melalui serangkaian latihan terus menerus dan disiplin diri yang kuat, sehingga akhirnya kita bisa memanfaatkan kekuatan dahsyat dari pikiran kita secara otomatis. Hal ini persis seperti proses ketika kita belajar mengemudikan mobil. Pelajaran pertama adalah bagaimana menyelaraskan pedal gas dan pedal kopling agar mobil dapat berjalan dengan mulus. Jika kita melepas kopling terlalu cepat, mobil akan melompat. Jika kita menekan gas dengan kencang sedangkan pijakan kopling kita tahan, maka mobil tidak akan berjalan dan mesinnya menderu-deru. Kadang-kadang mobil berjalan tersendat-sendat seperti orang tua yang terbatuk-batuk. Tetapi setelah latihan terus menerus, akhirnya kita sekarang mengemudikan mobil sudah tidak memikirkan kopling dan gas lagi – sudah otomatis. Bahkan kita bisa menyetir mobil sambil mengobrol di telepon genggam kita. Demikian halnya dengan cara kerja pikiran kita yang dapat kita analogikan sebagai mobil yang dapat membawa kita kemanapun tujuan hidup yang kita impikan. 
Bekerja dengan pikiran (mind power), tidak perlu harus memahami fungsi dan cara kerja otak dan jaringan syaraf – maupun hukum-hukum fisika kuantum dan fisiologi syaraf (kedua disiplin ilmu ini digunakan oleh para ahli untuk menjelaskan cara bekerjanya otak kita yang identik dengan cara kerja alam semesta). Seperti halnya dalam analogi mobil tadi – untuk belajar mengendarai (baca:mengendalikan) mobil (baca:pikiran), kita tidak perlu memahami cara kerja karburator dan bagaimana busi dapat menimbulkan api untuk pembakaran yang menggerakkan mesin. Hanya sedikit dari kita yang mengerti mesin, namun hal ini tidak menghambat kita untuk dapat mengendarai mobil. 
Gelombang Energi Otak dan Pikiran Bawah SadarNamun demikian paling tidak ada hal-hal yang perlu kita ketahui tentang otak dan pikiran kita – agar kita dapat mengoptimalkan kekuatan pikiran kita. Otak kita merupakan pusat kendali kehidupan kita. Denyut atau getaran/gelombang energi yang dihasilkan otak menentukan kondisi kita. Gelombang energi otak tersebut dapat diukur dengan alat yang disebut Electro Encephalographi (EEG). Setiap denyut diukur dengan satuan Hertz (Hz) atau cps (cycle per second = putaran per detik). Alat ini biasa digunakan di rumah sakit –rumah sakit untuk memantau kondisi pasien yang berada dalam keadaan kritis. 
Gelombang energi otak terdiri atas empat keadaan (brainwave states), yaitu: beta, alpha, theta, dan delta. Keadaan beta (13-28 Hz) adalah keadaan gelombang otak yang sedang aktif bertindak atau sadar. Kondisi ini disebut sebagai pikiran sadar, yaitu saat seseorang dapat berkonsentrasi pada banyak hal. Biasanya pada kondisi ini kita berpikir logis, rasional, analitis, dan penuh perhitungan. Kita berkomunikasi dan melakukan kegiatan fisik pada kondisi gelombang otak beta.Keadaan alpha (7-13 Hz) adalah keadaan saat otak kita relaks dan tenang. Keadaan alpha ini sangat penting untuk membuka jalan menuju kekuatan pikiran bawah sadar. Keadaan theta (3,5 – 7 Hz) adalah keadaan ketika pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan ini juga terjadi pada saat kita tertidur dan bermimpi yang ditandai dengan gejala REM (Rapid Eye Movement). Keadaan delta (0,5 – 3,4 Hz) adalah keadaan gelombang otak pada saat kita tertidur lelap (deep dreamless state). Pada keadaaan ini terjadi penyembuhan alami dan peremajaan sel-sel tubuh. Sedangkan gelombang otak di bawah 0,5 Hz adalah keadaan koma, dan jika nilainya 0 cps, manusia dapat dinyatakan meninggal secara klinis.Kunci kekuatan pikiran kita adalah pada kondisi gelombang otak di bawah 13 putaran per detik, yang merupakan batas antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pada kondisi gelombang otak 13 Hertz ini terdapat sebuah filter pembatas yang disebut filter RAS (Reticular Activating System). Filter ini semacam pintu masuk ke alam pikiran bawah sadar. Oleh karena itu penting bagi kita untuk dapat membuka filter ini. Satu-satunya cara untuk membuka filter ini adalah melalui proses relaksasi dengan tujuan menurunkan frekuensi gelombang otak kita.

Teknik Mendayagunakan Pikiran Kita Dengan memasuki pikiran bawah sadar memungkinkan kita untuk mengendalikan kehidupan kita melalui teknik-teknik subconscious reprogramming (memprogram kembali pikiran bawah sadar), accelerated learning ( mempercepat proses pembelajaran), pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kreatif, maupun membangkitkan intuisi dan kreatifitas.Ada beberapa hal dasar yang perlu kita ketahui dalam menerapkan teknik-teknik yang disebutkan di atas, yaitu: relaksasi, afirmasi, visualisasi, dan jangkar emosi. 

  1. Relaksasi Untuk masuk ke pikiran bawah sadar, kita harus membuka filter Reticular Activating System dengan cara melakukan relaksasi dan teknik Membangun Tempat Kedamaian. Tempat Kedamaian yang dimaksud disini adalah suatu tempat imajiner dalam pikiran kita yang kita bangun untuk menenangkan pikiran kita. Setiap kita membayangkan tempat itu kita merasa rileks dan seluruh beban pikiran kita terlepas. Untuk memperdalam hal ini kami menyarankan anda membaca buku karya Sandy MacGregor berjudul Piece Of Mind yang sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia.  

  2. Afirmasi Afirmasi adalah cara yang paling mudah dan sederhana untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar kita. Afirmasi berupa pernyataan pendek dan sederhana (seperti: mantra atau berupa ayat-ayat Kitab Suci) yang kita sampaikan terus menerus dan berkali-kali kepada diri kita. Pada saat melakukan afirmasi sesungguhnya kita sedang mempengaruhi keadaan pikiran bawah sadar kita.

  3. Visualisasi Kita harus dapat menggambarkan dalam pikiran kita tentang apa yang kita inginkan atau kondisi apa yang kita harapakan. Kita harus menggambarkan dengan jelas sehingga kita benar-benar dapat melihat diri kita sendiri dalam pikiran kita. Membuat gambaran dalam pikiran kita adalah seperti membuahi sebuah realitas, dan yang terpenting adalah keyakinan kita bahwa apa yang kita buahi tersebut akan menjadi kenyataan pada waktunya nanti. Inilah rahasia kesuksesan mereka yang secara disiplin dan yakin melakukan proses visualisasi dalam kehidupannya. Seringkali banyak diantara kita pernah melakukan hal ini secara tidak sadar. Visualisasi berbeda dengan melamun, visualisasi bersifat aktif dan proaktif membangun sebuah realitas yang kita impikan

  4. Jangkar Emosi Jika visualisasi menciptakan adegan atau gambaran seperti dalam film, maka menambahkan emosi (seeding) itu seperti halnya menambahkan sound track. Kita perlu menambahkan perasaan atau emosi yang menyertai afirmasi dan visualisasi kita. Kita harus dapat merasakan emosi yang muncul jika realitas yang kita impikan itu terwujud dalam visualisasi kita.Dengan mengetahui cara-cara relaksasi, afirmasi, visualisasi dan jangkar emosi, maka kita dapat melakukan pemrograman ulang terhadap pikiran bawah sadar kita, atau meningkatkan kemampuan belajar/membaca kita, merumuskan tujuan hidup atau pencapaian keinginan kita, maupun membangkitkan intuisi dan kreatifitas untuk pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah yang kita hadapi sehari-hari.


ADA CARA TERCEPAT UNTUK MENGUBAH POTENSI DIRI ANDA MENJADI LEBIH BAIK, YAITU MELAKUKAN PEMROGRAMAN ULANG MENGGUNAKAN DNA ACTIVATION. 

Di mana 12 lembar DNA yg kita miliki dapat kita lakukan pemrogramman ulang. DNA merupakan tempat memori masa lampau, ibarat komputer DNA adalah RAM sedangkan otak adalah HARD DISK nya, dan akal adalah software-softwarenya.STATE of MIND CONTROL, Mengakses Keajaiban Alam Bawah Sadar dalam segala Gelombang Otak, Alpha, Theta, Beta, dll. 

Salah satu aplikasi dari keajaiban Alam Bawah Sadar adalah kemampuan untuk melakukan Telepathy atau Subjective Communication atau Kontak Batin. Telepati adalah cara berkomunikasi menggunakan fikiran bawah sadar atau otak kanan. Setiap orang bisa melakukannya asal mau mencoba dan melatihnya, karena pada dasarnya ketika masih bayi semua orang pernah melakukan komunikasi dengan telepati. Kemampuan telepati jadi berkurang karena kita lebih banyak menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Pancaran sinyal telepati dilakukan oleh fikiran bawah sadar melalui otak belahan kanan, dan diterima oleh penerima melalui otak belahan kanan pula

.Sinyal yang diterima umumnya berupa perasaan. Hubungan telepati biasanya lebih mudah dilakukan antara orang yang mempunyai hubungan emosi. Misalnya antara ibu/bapak dengan anaknya, abang dengan adik, dua orang yang sedang pacaran, karib kerabat, teman bisnis yang akrab, suami istri dan lain sebagainya.Telepati berasal dari dua kata yaitu : “tele” berarti “jauh” dan “pathos” berarti “perasaan”. Telepati secara harfiah artinya adalah “merasakan dari jarak jauh”. 

Telepati adalah gejala alamiyah yang sudah ada sejak kita masih bayi. Semua anak bayi memiliki kemampuan telepati secara alamiyah. Anak bayi belum mampu mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan kata kata. Ia menyampaikan dan mengungkapkan keinginannya melalui perasaan yang dipancarkan.Ketika seorang ibu pergi berbelanja kepasar dan anak bayinya yang masih menyusu ditinggal sedang tidur dirumah, tiba tiba ia merasa gelisah dan ingat pada anak bayinya dirumah. Ia tidak bisa berkonsentrasi untuk belanja, fikirannya hanya tertuju pada bayinya. Air susunyapun mengalir dengan sendirinya, ia tidak bisa menahan keinginannya nuntuk segera pulang menemui bayinya. Ia segera kembali kerumah, dan didapatinya anak bayinya sedang menangis, ia segera menggendong dan menyusui bayinya. Hatinya menjadi tentram dan anak bayinya pun berhenti menangis. Itulah hubungan telepati yang dilakukan seorang bayi kepada ibunya.Sejak bayi kita sudah mempunyai kemampuan telepati, karena pada anak bayi otak kanannya lebih dominan daripada otak kiri. Seiring dengan pertumbuhan usia, peranan otak kiri semakin dominan dan peranan otak kananpun berkurang, maka kemampuan berkomunikasi dengan telepatipun berkurang pula. Sebenarnya kemampuan telepati ini bisa diasah dan dirawat terus dengan melakukan latihan.

 Sebenarnya dalam kehidupan sehari hari kita sering menerima pesan telepati, hanya saja kita kurang begitu memperhatikan. Satu ketika kita ingat seorang teman yang sudah lama tidak jumpa, ketika kita sedang melamun tentang teman tersebut, tiba2 telepon berdering, ternyata telepon dari teman yang sedang kita ingat itu. Ketika anda ingin mengatakan sesuatu, tiba tiba teman yang didepan anda sudah mengucapkannya lebih dahulu. 

Ketika anda ingin menyusul seseorang yang bersepeda didepan anda, tiba tiba orang itu menengok pada anda. Dan banyak lagi kejadian sehari hari yang kurang kita perhatikan.Dalam sejarah tercatat nama Emanuel Swedenborgh seorang sarjana Swedia hidup diabad 18. Semula ia lebih cenderung mempelajari ilmu alam tetapi belakangan ia lebih tertarik dengan ilmu ghaib/occoultisme. Dalam suatu rapat yang dihadiri kalangan cendekiawan, tiba tiba Swedenborgh berlarian keana kemari, mukanya pucat penuh kekawatiran. Seperti orang kurang waras ia mengatakan, baru saja terjadi kebakaran besar di Stockholm, rumah sahabatnya terbakar namun rumahnya selamat dari amukan api. Tiga hari kemudian ada kabar dari Stockholm bahwa kota itu mengalami kebakaran besar. 

Umumnya sinyal telepati akan memancar kuat secara otomatis ketika saat seseorang berada pada kondisi terjepit, tertekan dan terdesak, dan saat seseorang dipengaruhi oleh perasaan emosi, takut, gembira, cemas, yang kuat. Pada saat itu fikiran bawah sadar (otak kanan) lebih dominan daripada fikiran sadar (otak kiri). 

Seorang dokter di Perancis bernama Andral mengisahkan suatu peristiwa ketika terjadi pertengkaran antara seorang petani dengan pandai besi. Petani itu mengeluh bahwa setiap malam jam 22 .00 – 24.00 telinganya diganggu suara gemuruh seperti besi beradu sehingga menyebabkan ia tidak bisa tidur.Mendengar penuturan petani itu, pagi harinya Andral memanggil pandai besi tetangganya dan bertanya kepada pandai besi itu, aktivitas apa saja yang dilakukannya sekitar jam 22.00 – 24.00. Pandai besi itu mengaku bahwa pada jam itu ia bekerja menempa besi sambil membayangkan wajah petani tetangganya yang telah mendholimnya, dan ia berharap suara besi yang ditempanya mampu menembus tembok kamarnya. 

Andral lalu berkata:” Baik keinganmu telah tercapai, mulai saat ini hentikanlah ulah jahatmu itu , atau aku adukan engkau kepada polisi” . Malam hari berikutnya pandai besi itu menghentikan kegiatannya tersebut dan petani itupun bisa tidur dengan tenang. Itulah beberapa gejala telepati yang bisa saja terjadi pada diri kita. Kasus serangan mental seperti yang dialami petani itu bisa saja terjadi pada siapapun. Terjadinya biasanya tidak disadari oleh pelaku maupun orang yang mengalami serangan, karena aktivitas ini memang berada pada wilayah fikiran bawah sadar. 

Untuk menghindari terjadinya serangan mental ini Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berlaku santun , jangan sampai menyakiti hati tetangga, atau orang disekitar kita. Rasulullah mengingatkan kepada kita :”Takutilah do’a (jeritan) orang yang teraniaya , karena do’a orang yang teraniaya itu di ijabah”.Keluhan atau jeritan orang yang teraniaya biasanya diikuti dengan emosi yang kuat, ini akan memancarkan sinyal telepati. Karena itu Rasulullah mengingatkan kita agar jangan sampai mendholimi tetangga atau orang lain. Berlaku ramah dan santun terhadap tetangga sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Kita juga dianjurkan untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. Karena kebencian, kemarahan yang disertai emosi yang kuat juga bisa memancarkan kekuatan telepati . 

Getaran telepati yang merusak ini disebut juga serangan mental. Untuk melindungi diri dari serangan ini Islam mengajarkan kita untuk selalu berlaku santun, jangan menyakiti hati orang lain. Disamping itu juga dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nash.Serangan mental yang berupa telepati ini biasanya terjadi pada orang yang berhubungan dekat atau memiliki hubungan emosi, seperti orang tua dengan anak, antara adik dan kakak, antara tetangga, sahabat karib, pasangan suami istri, orang yang berpacaran, antara majikan dengan karyawan dan lain sebagainya. Pasangan suami istri yang tidak akur , biasanya sering melakukan serangan ,mental antara satu dengan yang lainnya. Kalau sudah begitu ada saja kesialan yang akan dialami oleh rumah tangga itu, rezeki jadi seret, usaha terancam bangkrut, suasana di rumah tidak nyaman, panas dan selalu ingin bertengkar. Soal kecil jadi besar. 

Senin, 12 Desember 2011

aktive learning dalam bahasa arab



Sabtu, 10 Desember 2011


aktife learning dalam bahasa arab


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik kedalam proses belajar mengajar, sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang di harapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi indifidu anak, karena merekalah yang akan belajar, anak didik merupakan indifidu yang berbeda satu sama yang lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidsk sama dengan orang lain.
Oleh karena itu, pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan tersebut. Sehingga pembelajan benar-benar merubah tiap indifidu dari yang tidaktau menjadi tau, dari yang tidak faham menjadi faham serta yang berprilaku  kurang baik menjadi baik.
Penbelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan indifidu anak, dan di dasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk mengantarkan anak didik kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Melalui pembelajaran yang tidak memperhatikan perbedaan indifidu tersebut maka akan menjadikan kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah. Menyadari kenyataanj seperti ini, para ahli berupaya untuk mencari dan merumuskan setrategi yang dapat merangkul semua perbedaan yang di miliki anak didik. Belajar yang di tawarkan adalah setrategi belajar aktife”actife learning strategi”
B. Rumusan Masalah
1.  Apa pengertian actife learning?
2.  Apa media pembelajaran untuk actife learning?
3.  Apa tata letak kelas untuk actife learning?
4.  Apa model-model setrategi actife learning?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Active learning
Pembelajaran active di maksudkan untuk mengoptimalkan semua potensi yang di miliki anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Selain itu pembelajaran aktive juga di maksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju paada proses pembelajaran
Sedangkan active learning  merupakan salah satu aplikasi dari teori konsep tentang manusia menurut Abraham maslow, dimana ia mengatakan bahwa potensi manusia tidak terbatas. Maslow juga memandang manusia lebih optimis untuk menatap masa depan dan memiliki potensi yang akan terus berkembang.
Active learning mencoba membuktikan bahwa semua anak punya potensi untuk berkembang sesuai dengan fase-fasenya. Dengan strategi ini seseorang atau siswa dapat berkembnag  dengan dapat dilihat dari kreatifitasnya dan tentu saja dalam memecahkan masalahnya. Active learning menjadikan siswa sebagai subyek belajar  dan berpotensi untuk meningkatkan kreatifitas atau lebih aktife dalam setiap pelajaran yang di berikan baik di dalam maupun di luar kelas. Dalam strategi ini siswa diarahkan untuk belajr aktife dengan cara menyentuh (touching), merasakan (feeling) dan melihat (looking) langsung serta mengalaminya sendiri sehingga pembelajran lebih bermakna dan mudah di mengerti. Guru dalam hal ini di tuntut untuk memotifasi siswa dan memberi fasilitas yang di perlukan.[1] Jadi, active learning adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan lde pokok dari materi sekolah, memecahkan  persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari kedalan satu persoalan yang ada dalam kehudupan nyata[2].
B. Media Pembelajaran Untuk Actife Learning
1.        Pengertian
Kata media berasal dari kata latin ”medius” yang artinya tengah. Sedangkan dalam bahasa arab media berasal dari kata “wasaaila” artinya pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Secara umum media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan dan gagasan pada penerima.
Penggunaan media dalam pengajaran bahasa bertitik tolak dari teori yang mengatakan bahwa totalitas persentase banyaknya ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang di miliki oleh seseorang terbanyak dam tertinggi melalui indera lihat dan pengalaman langsung melakukan sendiri, sedangkan selanjutnya melalui indera dengar dan indera lainya (soenjoyo dirjo soemarto,1980)[3]
Ciri-ciri media pembelajaran
·        Penggunaanya dikhususjkan atau dialokasikan pada kepentinganya
·        Merupakan alat untuk menjelasakan apa yang ada di buku pelajaran baik berupa kata-kata symbol atau bahkan angka-angka
·        Media pembelajaran bukan hasil kesenian
·        Pemanfaatan media pembelajaran tidak sebatas pada suatu keilmuan tertentu tapi digunakan pada seluruh keilmuan
2. Peranan media pembelajaran
Al fazan (2003) menyebutkan bahwa media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk menigkatkan efektifitas proses belajar mengajar, yaitu:
1.                      Memperkaya pengalaman belajar peserta didik
 Hal ini karena peserta didik menyaksikan dan  merasakan secara langsung tema pembahasan yang dibicarakan dl kelas serta dapat mempermudah dalam memahaminya karena disampaikan dengan cara yang menarik melalui media tertentu
2.                       Ekonomis
maksudnya adalah bahwa proses belajar mengajar dengan menggunakan media akam menyanpaikan risalah pembelajaran secara efektif dalam waktu yang relative lebih cepat dibandingkan dengan tanpa menggunakan media, pada saat yang sama tenaga yang dibutuhkan untuk menyampaikan atau menjelaskan pepelajaran relative lebih sedikit juga
3.                      Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pelajaran
Melalui media pembelajaran materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru akan lebih jelas, karena media mendekatkanya pada kenyataam yang dapat di rasakan secara langsung
4.                      Membuat peserta lebih siap belajar
Peserta didik akan mendapatkan pengalaman secara langsung, situasi pembelajaranpun berjalan lebih efektif dan membuahkan hasil yang lebih baik. Karena itu keinginan peserta didik dan kesiapanya untuk belajar lebih meningkat juga
3. Jenis media pembelajaran bahasa.
Secara umum media pembalajaran bahasa diklasifiksikan menjadi tiga, yaitu:
a.                         Media perangkat / peralatan (al ajhizah)
Media ini ada dua kategori :
1.      Kategori pertama yaitu perangkat teknis yang meliputi
·   Dengar (al ajhizah al samiyah) seperti radio, tape recorder, cd dam laboratorium bahasasderhana
·   perangkat perangkat pandang ( al ajhizah al bashariyah) seperti alat untuk menampilkan gambar, alat peraga, proyektor untuk menampilkan transparan dan lain-lain
·   perangkat dengar pandang ( al ajhixah al samiyah al abagyariyah) seperti televise, video, LCD, dam laim-lain
2.      kategori kedua yaitu perangkat elektronik. Seperti computer.
b.                        media jenis materi pembelajaran(al-mawad al-ta’limiyah al-ta’allumiyah)
Dibagi menjadi tiga kategori yang pertama media cetak (mawad mathuah) seperti buku, gambar, peta, leflet, transparan, kartu dan symbol, yamg ke dua media materi pandang dengar tidak bergerak (mawad samiyah basyoriah tsabitah ) seperti yang tidak bergerak dan sejenisnya. Dan kategori ke tiga media materi pandang dengar bergerak(mawad samiyah basyoriah mutaharikah) seperi file, kaset fidio, dan vcd
c.                         Media jenis penunjang pembelajran (annasatoth al-ta’limiyah)
seperti kegiatan rihlah dan kunjungan (ziarah) pameran, sandiwaram perlombaan dan lain-lain
Sementara dari segi penggunaan media di kaitkan dengan indra yang di gunakan manusia untuk memperoleh pengetahuan, media di klasifikasikan menjadi tiga macam:
1.      Media basyoriah
Media ini dapat berupa alat peraga yaitu benda-benda alamiah, orang dan kejadian
2.      Media sam’iyat
Seperti radio, tip recorder, laboratorium bahsa dan lain-lain
3.      media sam’iyat basoriyah
Seperi video, televisi, computer dan lain-lain[4]
C. Tata Letak Kelas Untuk Actife Learning
Tata letak yang di maksudkan dalam bab ini adalah tata letak yang di sajikan tidak di maksudkan sebagai formasi yang permanent, akan tetapi jika media yang di gunakan dapat di pindah-pindah, maka dapat di lakukan sesuka hati sesuai dengan yang kita inginkan. Namun tetap perlu di perhatikan hal-hal berikut:
1. Kenyamanan belajar
Yakni siswa tidak merasa terganggu dengan penataan ruangan, sehingga mereka merasa nyaman dan kerasan dalam belajar
2. Variasi kerja siswa
Yakni kelas di tata yang dapat memberikan kemungkinan siswa bekerja secara kelompok ataupun indifidu
3. Interaksi
Yakni kelas di tata agar terjadi interaksi belajar yang baik antara siswa, guru dan suasana ruangan. Dan juga di tata agar terjadi interaksi banyak arah. Dll[5]
Beberapa alternatif formasi yang dapat di gunakan antara lain
  1. formasi “u”atu setengah lingkaran
Ini nerupkan ssusuman untuk berbagai tujuan. Par pserta didik neniliki permukaan untuk nemulis dan membaca. Para peserta didik dapat melihat media visual dengan mudah dan mereka dapat salomg berhadapan lamgsung dengan yang lain. Ini juga mudah untuk memesangkan mereka, terutama ketika terdapat dua tempat duduk setiap meja. Susunan lni ideal untuk membagi bahan pelajaran kepada peserta didik segara tepat  karena anda dapat masuk ke huruf U dan berjalam ke berbagai arah dengan seperangakat materi.
  1. Corak tim
Cara ini dengan mengelompokkan meja-meja setengah lingkaran atau oblong di ruang kelas agar memungkinkan anda untuk melekukan interaksi tim. Anda dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja untuk susunan yamg palimg akrab. Jika amda melakukan, beberapa peserta didik harus memutar kursi mereka melingkari menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat anda, papan tulis atau layar.
Atau anda dapat meletakkan kursi-kursi setengah limgkaran sehingga tidak ada siswa yang memcelakangi papan tulis.
  1. Meja konferensi
Susunan ini mengurangi pentingnya pengajaran dan menambahkan pentingya peserta didik. Susunan ini membebtuk perasaan formal jika pengajar ada pada ujung meja. Jika pengajar duduk ditengah-tengah sisi yang luas, peserta didik di ujung merasa tertutup.Anda dapat membentuk sebuah susunan meja konferensi dengan menggabungkan beberapa meja kecil.
  1. Lingkaran
Para peserta didik duduk pada sebuah lingkaran tanpa meja atau kursi untuk lnteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Sebuah lingkaran ideal untuk diskusi kelompok penuh. Sediakan ruangan yang cukup, sehingga anda dapat menyuruh peserta didik menyisun kursu-kursi mereka secara cepat dalam brbagai susunan kelompok kecil.
Jika anda menginginkan peserta didik memiliki tempat untuk menulis, gunakan susunan peripheral. Suruhlah mereka memutar kursi-kursinya melingkar ketika anda menginginkan diskusi kelompok.
  1. Kelompok untuk kelompok
Susunan ini menginginkan anda melakukan diskusi fishbowl (mangkok ikan) atau untuk menyusun permainan peran, berdebat atau observasi aktifitas kelompok. Susunan yang paling khusus terdiri dari dua konsentrasi kursi. Atau anda dapat meletakkan meja pertemuan ditengah-tengah, dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar.
  1. Workstation
Susunan ini tepat untuk lingkaran tipe laboratorium aktif, di mana setiap peserta didik duduk pada tempat yang mengerjakan tugas (seperti mengopersilam computer, mesin, melekukan kerja laborat) tepat setelah didemomstrasikan. Tepat berhadapan mendorong partner belajar untuk menempatkan dua pesrta didik pada tempat yang sama.
  1. Breakout groupings
Jika kelas anda cukup besar atau jika ruangan menginginkan, letakkan meja-meja dan kursi dimana kelompok kecil dapat melakukan aktifitas belajar di dasarkan pada tim. Tempatkan susunan pecahan-pecahan kelompok nsalimg berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Tetapi hindarkan penempatan ruangan  kelonpok-kelomok kecil terlalu jauh dari ruang kelas sehingga hubungan di antara mereka sulit dijaga.
  1. Kelas tradisional
Jika tidak ada cara untuk membuat lingkaran dari baris lurus yang berupa meja dan kursi, cobalah mengelompokkan kursi-kursi dalam pasangan-pasangan untuk memungkinkan penggunaan teman belajar. Cobalah membuat nomer gelap dari baris-naris ruangan yang cukup diantara sehingga pasangan-pasangan peserta didik pada baris-baris nomer ganjil dapat memutar kursi-kursi mereka melingkar dan membuat persegi panjang dengan pasangan tempat duduk persis di belakang mereka pada baris berikutnya.
  1. Auditorium
Meskipun auditorium menyediakan lingkungan yang sangat terbatas untuk belajar aktif, namun masih ada harapan. Jika tempat duduk-tempat duduk itu dapat dengan mudah dipindah-pindah, tempatkan mereka dalam sebuah arc (bagian lingkaran) untuk membentuk hubungan lebih erat dan visibilitas pesrta didik.
Jika tempat-tempat itu cocok, suruhlah peserta didik agar duduk sedekat mungkin ke pusat. Berlaku adertif terhadap bentuk ini, sekalipun dianggap barisan lepas dari sisi auditorium.   [6]
D. Model-Model Setrategi Actife Learning
Dalam hal ini, siberman (2006) mengemukakan beberapa model strategi belajar aktife, dam juga di kuatkan oleh hisam zaini dkk (2004) dalam bukunya “strategi belajar actife”  dan beberapa sumber dari buku lain tentang strategi actife learning.diantaranya:
1.      critical incident (pengalaman penting)
Strategi ini sigunakan untuk memulai pelajaran. Tujuan dari penggunaan strategi ini untuk melibatkan peserta didik sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.
Prosedur:
·         Sampaikan kepada peserta didik tentang topic atau materi yang akan dipelajari
·         Beri kesenpatan beberapa menit kepada peserta didik untuk mengingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada
·         Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan
·         Sampaikan materi pelajaran dengan mengkaitkan pengalaman peserta didik dengan materi yang akan disampaikan.
2.      Assessment Search (Menilai Kelas)
strategi ini dapat dilakukan dengan cara yang sangat cepat dan sekaligus melibatkan peserta didik untuk saling mengenal dan bekerjasama.
Prosedur:
  1. Buatlah tiga atau empat pertanyaan untuk mengetahui kondisi kelas, pertanyaan itu dapat berupa:
    • Pengetahuan peserta didik terhadap materi pelajaran
    • Sikap mereka terhadap materi
    • Pengalaman mereka yang ada hubungannya dengan materi
    • Ketrampilam yang telah mereka peroleh
    • Latar belakang mereka
    • Harapan yang ingin didipat peserta didik dari mata pelajaran ini
  2. Tulislah pertanyaan tersebut sehingga dapat dijawab secara kongkret.
  3. Bagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil, beri masing-masing peserta sisik satu pertanyaan dan minta masing-masing untuk mengintervuew teman satu kelompok untuk mendapatkan jawaban dari mereka
  4. Pastikan bahwa setuap peserta didik memounyai pertanyaan sesuai dengan bagiannya. Dengan demikian, jika jumlah peserta didik adalah 18, yang dibagi menjadi tiga kelompok, maka ada 6 oramg yang mempunyai pertanyaan yang sama.
  5. Mintalah masing-masing kelompok untuk menyeleksi dan meringkas data dari hasil intervuw yang telah dilakukan
  6. Mita masing-masing kelompok untuk melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pekajari dari temannya ke kelas
Catatan:
Siswa dapat diminta untuk membuat pertanyaan sendiri
Dengan pertanyaan yang sama, buat mereka berpasangan dan menginterview pasangannya secara bergantian
Minta mereka melaorkan hasilnya ke kelas
(variasi ini cocok untuk dalam kelas besar)[7]
3.      Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik)
Quesen student have ini di gunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan  anak sbagai dasar untuk me,aksi,alkam potensi yang mereka miliki. Str etegi ini menggunakan teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisasn. Strategi ini di gunakan untuk mempelajari unsur bahasa seperti tata bahasa( qowaid)  hal tersebut tentunya setelah mendapatkan  penjelasan dari guru.
Hal imi sangat baik untuk siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan dan harapan-harapan melalui percakapan,
Prosedurnya sebagai berikut:
a)      bagikan kartu kosong kepada siswa
b)      mintalah setiap siswa untuk menulis beberapa paertanyaan yang mereka miliki tentang mata pelajaran atau sifat pelajaran yang sedang di elajari
c)      putarlah kertas tersebut searah jarum jam. Ketika setiap kartu di putarkan pada peserta berikutnya peserta tersebut harus membacanya, dan memberikan tanda cek di sana, lika pertanyaanya sesuai yang mereka akan tanyakan
d)     saat kartu kembali ke pemiliknya, setiap peserta telah memeriksa semua pertanyaan yang yang di ajukan oleh kelompok tersebut, fase ini akan mengidentifikasi pertanyaan mana yang banyak di pertanyakan oleh siswa. Jawab pertanyaan tersebut dengan:
e)      jawaban langsung atau berikan jawaban yang berani
f)       menunda pertanyaan-pertanyaan tersebut sampai waktu yang tepat
g)      meluruskan pertanyaan yang menunjukkan bukan suatu pertanyaan
h)      panggil beberapa peserta berbagai pertanyaan scara sukarela, sekalipun pertanyaan mereka tidak mendapatkan suara terbanyak
i)        kumpulkan semua kartu. Kartu tersebut mungkin berisi pertanyaan yang mungkin di jawab pada pertanyaan berikutnya
Variasi:
  1. jika kelas terlalu besar,dan memakan waktu saat memberikan kartu pada siswa, nbuatlah kelas menjadi sub kelompok dan lakukan instruksi yang sama. Atau kumpulkan kartu dengan mudah tanpa menghabiskan waktu dan jawab salah satu pertanyaan.
  2. Meskipun meminta pertanyaan dengan satu kartu indek,mintalah peserta menulis harapan mereka dan atu mengenai kelas, ytopik yang anda akan bahas atau alas an dasar mengenai partisipasi kelas yang akan mereka amati.
  3. Varisai juga dapat dilakukan dengan meminta peserta untuk memeriksa dan menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh kelompok-kelompok tersebut.
4.      Reconnecting ( Menghubungkan Kembali)
Strategti ini di gunakan untuk mengembalikan perhatian peserta didik pada pelajaran setelah beberapa saat  tidak melakukan aktifitas tersebut.
Prosedurnya sebagai berikut
  1. ajaklah anak didik kembali ke pelajaran. Jelaskan pada anak didik bahwa menghabiskan beberapa menit untuk mengaitkan kembali pelajaran denagn pengetahuan anak akan memberi makna yang berarti.
  2. Tentukan satui atu lebih dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada peserta didik. 
    • Apa yang masih anda ingat tentang isi materi terahir kita? Apa saja yang masih bertahan pada diri anda?
    • Sudahkan anda membaca, berfikir melakukan sesuatu yang di  rangsang oleh pelajaran terahir kita?
    • Pengalaman menarik apa yamg telah anda miliki di antara elajaran-pelajaran yang telah anda teriana?
    • Apa saja yang ada dalam pikiran anda (misalnya sebuah kekewatiran) yang mungkin mengganggu kemampuan anda untuk memberi perhatian terhadap pelajaran ini?
    • Bagai mana perasaan anda hari ini? 
  3. Dapatkan respom dengan memberikan respon menghubungkan salah satu format, seperti sub kelompok atau pembicaraan dengan urutan berikutnya
  4. Hubengkan dengan topic sekarang.
 Variasi ini dapat di gunakan oleh seorang guru bahasa untuk mengajarkan mufrodad dan ketrampilan berbicara
5.      Synergentic Teaching (Pengajaran Sinergetik)
strategi ini di maksudkan untuk memberi kesempatan pada siswa membandigkan pengalaman-pengalaman yang mereka peroleh dengan teknik yang brbeda dari yang mereka miliki.
Prosedur
a.       bagi kelas memjadi du kelompok
b.      salah satu kelompok di pisahkan keruang lain untuk membaca topik pelajaran
c.       kelompok yanglain di beri materi yang sama dengan metode yang di inginkan oleh guru
d.      pasangkan masing-masing anggota kelompo pembaca dan kelompok penerima materi pelajaran dari guru dengan tugas  mengumpulkan atau meringkas materi pelajaran
6.      Jiksaw( Model Tim Ahli)
Strategi ini merupakan strategi yang menarik untuk di gunakan jika materi yang di pelajari dapat di bagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar sekaligus mengajarkan ada orang lain. Setrategi ini cocok di gunakan untuk pelajaran ketrampilan berbicara dan membaca.
Prosedur:
  1. siswa di kelompokkan menjadi empat anggota tim
  2. tiap orang dalam tim di beri materi yang berbeda
  3. tiap orang dalam tim di beri bagian materi yang di tugaskan
  4. anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru ( tim ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap ahli anggota kelomok kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yanfg mereka kuasai dan tiap teman lainya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusinya
  7. guru memberi evaluasi
7.      Cerd Sort(Kartu Sortir)
Setrategi ini merupakan kolaboratifyang bisa di gunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu obyek, atau mengulangi informasi. Strategi ini cocok sekali intuk mengajarkan kosa kata, istilah-istilah, dan lain sebagainya,
prosedur
  1. masing-masing siswa di beri kartu indek yang berisi materi pelajaran.kartu indek diberikan scara berpasangan beradasarkan devinisi, kategori, kelompok, misalnya kartu yang beraliran empiris denagn kartu pendiikan di tentukan oleh lingkungan dan lain-lain, makin banyak siswa makin banyak pula kartunya
  2. guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain di minta berasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang di pegangnya merasa berpasangan yaitu memiliki kesamaan devinisi atau kategori
  3. agar situasinya tambah seru dapat di berikan hukuman bagi siswa yang melakukan kesalahan. Jenis hukuman di buat atas kesepakatan bersama
  4. guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi berlangsung.
8.      Resume Kelompok
Strategi resum kelompok secara khusus  menggambarkan sebuah prestasi kecakapan dan pencapaian indifidu, sedangkan resume kelompok merupakan cara yang menyenangkan untuk mmbatu para peserta didik dalam mengenal, atu melakukan kegiatan membangun tim  darti sebuah yang para anggota telah mengenal satu sama lain
prosedur
  1. bagilah peserta didik dalam kelompok tiga sampai enam orang tiap kelomoknya
  2. beri tahukan pada kelas iru, bahwa kelas berisi sebuaj kesatuan bakat dan pengalaman yang sangat hebat
  3. sarankan bahwa salah satu cara untuk mengenal dan menyampaikan salah satu mata pelajaran adalah dengan membuat resum kelomok
  4. ajukan setiap kelompok untuk  menyamaiksn resumanya,[8]
9.      in’ikhas al-maudlu’
strategi ini berisi tema bacaan yang dapat di sampaikan di luar kelas dan sangat cocok untuk pembelajaran kitabah Strategi ini dapat menjadi eksperimen yang menarik bagi para siswa untu mengeksplorkan obyek langsung melaui kaca mata pemikiranya sendiri.
Prosedur:
  1. tahap persiapan: guru menyediakan gambar dan mengajak siswa keluar kelas untuk melihat langsung obyek yang akan di tulis ( obyek yang di pasang sesuai dengan pelajran yang akan di sampaikan)
  2. tahap pelaksanaan: siswa di minta untuk mengamati obyek scara langsung. Mereka di suruh untuk menulis obyektersebut scaa runtut dan logis.
  3. Setiap siswa di minta untuk menyampaikan atau mempresentasikan hasil tulisanya tersebut, dan guru meminta alas an terhadap tulisanya tersebut
  4. Pelajaran di akhiri dengan klarifikasi dari guru
10.  la fahim raisiyyah
strategi ini bermanfaat untuk merangkum isi teks wacana yang kemudian di tuangkan dalam bentuk tulisan dan pembicaraan. Rangkuman tersebut dapat berisi gambar atudiagram yang berisi konsp-konsep yang saling berhubungan dengan garis panah.
Prosedur:
  1. pilih satu topic bahasan
  2. bagi siswa menjadi tiga atu empat kelomok
  3. minta siswa untuk membaca dan menelaah topic yang telah di tentukan kemudian membuat rang kuman dari hasil bacaan tersebut dalam bentuk gambar atu peta konsep
  4. setelah selesai minta tiapkelompokmelaui juru bicaranya untuk mempresentasikan hasilnya
  5. bandingkan hasil telaah pemikiran mereka
  6. evaluasi dan arahkan pola piker mereka hingga skema yang di buat sesuai dengan idie bacaan
11.  takhmin al-kalimat
tujuan dari strategi ini agar setuap siswa mampu mengeksplorkan kata atau kalimat sebanyak-banyaknya yang menunjukkan pada kata yang di maksud. Srategi ini dapat memperkaya perbendahaaan kata siswa di samping menciptakan iklim yang menarik dalam pelajaran.
Prosedur:
  1. siswa di bagi menjadi empat kelompok di mana tiap kelompok  berjumlah lima orang.( agar lebih menarik kursi dapat di susun secara melingkar bagi anggota kelompoknya )
  2. guru menunjukkan salah satu kata yang di tuliskan dalam selembar kertas ada salah satu anggota kelompoknya. Misalnya kata “قلم
  3. minta teman dari kelompok dua untuk mengungkapkan beberapa kalimat yang menunjukkan kalimat tersebut dengan alokasi waktu yang di tentukan contoh: هل هو خيوان؟ هل هو الة؟ هل هومقلمة؟قلم....
     sedangkan anggota kelompok satu dapat menjawab iya atu tidak
  1. bila tertebak gilir kata berikutnya pada kelompok ke dua, dan seterusnya
  2. buat skor penilaian dari kompetisi tersebut.
12.  Al-Qishas Al-Khoyaliyah
Strategi ini tepat di gunakan untuk menstimulasi refleksi siswa atas gambar-gambar srta obyek yang ada di sekitarnya. Dalam strategi ini siswa di tuntut untuk memiliki gagasan yang segar untuk menghubungkan antar obyek dan gambar tersebut menjadi wacana yang menarik
prosedur:
  1. siapkan sepuluh samai dua puluh gambar kemudian di temple alam dinding kelas. Siapkan pula gambar-gambar atau obyek yang berhubungan dengan gambar-gambar tesebut
  2. misalnya: buku, jam, dan angka apa hubunganya? Minta siswa untuk mengidentifikasi gambar tersebut dengan menghubungkan benda-benda yang ada
  3. beri waktu yang cukup untuk mengimajinasi atau menemukan ide yang nanti  di harapkan dapat di tuangkan dalam sebuah narasi
  4. minta siswa untuk menulis narasi yang runtut dan logis dengan waktu yang telah di tentukan
  5. minta siswa untuk membacakan hasil tulisanya dan siswa lainya mengkritisi tulisan tersebut dari berbagai sisi, dari gaya bahasa dan korelasi gambar yang ditayangkanya
  6. akhiri dengan menjelaskan kesalahan-kesalahan umum dalam tulisan siswa(common mistokes)[9]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Pengertian actife learning
Active learning adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan lde pokok dari materi sekolah, memecahkan  persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari kedalan satu persoalan yang ada dalam kehudupan nyata
2. Media pembelajaran untuk actife learning
Secara umum media pembalajaran bahasa diklasifiksikan menjadi tiga, yaitu:
  1. Media perangkat / peralatan (al ajhizah)
  2. media jenis materi pembelajaran(al-mawad al-ta’limiyah al-ta’allumiyah)
  3. media jenis penunjang pembelajran (annasatoth al-ta’limiyah)
Sementara dari segi penggunaan media di kaitkan dengan indra yang di gunakan manusia untuk memperoleh pengetahuan, media di klasifikasikan menjadi tiga macam:
  1. Media basyoriah
  2. Media sam’iyat
  3. media sam’iyat basoriyah
3. Tata letak kelas untuk actife learning
  1. formasi “u”atu setengah lingkaran
  2. Corak tim
  3. Meja konferensi
  4. Lingkaran
  5. Kelompok untuk kelompok
  6. Workstation
  7. Breakout groupings
  8. Kelas tradisional
  9. Auditorium
4.      Model-model setrategi actife learning
Diantaranya :
1)      critical incident (pengalaman penting)
2)      Assessment Search (Menilai Kelas)
3)      Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik)
4)      Reconnecting ( Menghubungkan Kembali)
5)      Synergentic Teaching (Pengajaran Sinergetik)
6)      Jiksaw( Model Tim Ahli)
7)      Cerd Sort(Kartu Sortir)
8)      Resume Kelompok
9)      in’ikhas al-maudlu’
10)  la fahim raisiyyah
11)  takhmin al-kalimat
12)  Al-Qishas Al-Khoyaliyah


                [1] Umi Mahmudah Dan Abdul Wahab Rosyidi,Actve Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,Uin Malang Pres 2008  Hal 124
[2] Hisyam Zaini  Dkk, Strategi Pengelajaran Aktif,Pustaka Insan Madani,Yogyakarta,2008
[3] Nurcholish Madjid,Bahasa Arab Dan Metode Pengajaranya,Pustaka Pelajar,Yogyakarta, 2003 Hal74-75
[4]Abdul hamid dkk, pemblajaran bahasa arab pendekatan, metode,strategi, materi dan media,  uin malang pres 2008, hal 168-178
[5] Umi Mahmudah Dan Abdul Wahab Rosyidi,Actve Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,Uin Malang Pres 2008  Hal 124
[6] Mel Silberman,Active Lening 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Pustaka Insane Madani, Yogyakarta 2002
[7] Ahmad Sabri,Strategi Belajar Mengajar Dan Micro Tcshing, Quantum Teacing, Jakarta 2005 Hal 122 Dan 125
[8] Umi Mahmudah Dan Abdul Wahab Rosyidi,Actve Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,Uin Malang Pres 2008  Hal  124-156
[9] Radliyah Zaenuddin Dkk,Metodologi Dan Strategi Alternative Pem,Belajaran Bahasa Arab,Pustaka Rihlah Group, Yogyakartab 2005