quantum energi pada manusia
Anda ingin tahu siapa Anda? Atau Anda ingin menggali potensi anda sampai batas tak terhingga? Saat ini banyak sekali pelatihan-pelatihan yang mengajarkan “Self Help” untuk mengenali dan mengali potensi diri, peyembuhan, hipnotis bahkan reinkarnasi. Hampir semua pelatihan tesebut mengarahkan potensi manusia ke alam bawah sadarnya. Ya, Alam bawah sadar menyimpan 80% potensi tersembunyi manusia.Saya sendiri pernah mengikuti pelatihan Alpha Power, dalam pelatihan ini kita diajak masuk ke dalam kondisi alpa untuk mengakases alam bawah sadar. saat berada di alam bawah sadar (kondisi alpha) kita diajak untuk melakukan sesuatu yang di luar nalar manusia. Sebagai contoh saat pelatihan saya bisa mematahkan 3 besi dragon hanya dengan gulungan koran, menjatuhkan bola lampu dari ketinggian 3 meter tetapi lampu tidak pecah. Dan ini bisa terjadi hanya dengan niat/memvisualisakan di alam bawah sadar. Saat itu saya sangat takjub dan semua peserta pelatihan merasakan hal yang sama.Jika hanya dengan mengaktikan kekuatan alam bawah sadar saja manusia sudah bisa keluar dari hukum-hukum materi apa jadinya kalau manusia menggunakan kekuatan RUHnya.
Ruh adalah kekuatan
Tuhan sesungguhnya yang ditempatkan dalam diri kita .Ruh menyatu dengan badan tapi bukan seperti
menyatunya gula dengan air, akan tetapi Ruh menguasai badan sehingga badan
hidup. Pada hakekatnya pekerjaan-pekerjaan yang manusia kerjakan adalah
pekerjaan ruh seperti melihat, mendengar… artinya itu semua merupakan tajalli
dari ruh.
Ruh dan badan masing-masing memiliki aturan
dan hukum-hukum sendiri-sendiri dan karena keduanya berada pada manusia, antara
hukum materi dan hukum nonmateri terjadi saling tarik dan saling menguasai.
Pada sebagian orang karena sisi materinya lebih kuat maka hukum-hukum materi
menguasai hukum nonmateri, sehingga yang menonjol dan berlaku pada orang
tersebut adalah hukum-hukum materi.Akan tetapi bagi orang yang ruhnya kuat, maka
hukum-hukum nonmateri menguasai hukum-hukum materi (badan fisik). Saat Ruh menguasai
tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum
Fisika Quantum. Dan kita tahu di dalam hokum fisika quantum tidak ada lagi
jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi.
Adalah Alain Aspect, seorang ahli fisika quantum asal Paris ditahun 1982 yang terus menerus mengembangkannya fisika quantum beliau menemukan fenomena bahwa :1. Energi tidak hilang oleh jarak. 2. Bisa terjadi seketika (lebih cepat dari kecepatan cahaya) 3. Bisa menghubungkan lokasi – lokasi tanpa melintasi ruang.Business Week, suatu majalah International mingguan bisnis terkemuka, yang mengemukakan akan adanya terobosan-terobosan dibidang iptek berkenaan dengan adanya konsepsi “baru” mengenai Alam. Salah satunya yang berkaitan dengan fisika quantum dengan telah dibuktikannya oleh ilmuwan bahwa suatu benda bisa berada di dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama.
Dari gambaran diatas maka cerita2 masa lalu yang mengatakan seorang wali bisa berada di dua tempat adalah hal yang bisa di jelaskan sekarang.
HUKUM PERUBAHAN ENERGIT he Law of Perpetual Transmutation of Energy (Hukum perubahan energi tanpa henti): Hukum alam ini menyebutkan bahwa energi tidak pernah berhenti berubah bentuk. Hal ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa mengubah kondisi kehidupannya setiap saat mereka merasa ada yang perlu diubah atau diperbaiki.Semua orang memiliki kekuatan ini karena semua orang memiliki energi (mereka terbentuk oleh energi).
Energi yang berfrekuensi tinggi bisa “menelan” atau mengkonsumsi energi berfrekuensi rendah dan lalu mengubahnya menjadi energi berfrekuensi tinggi.Contohnya, bila Anda sedang merasa sedih, lalu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka energi kegembiraan tersebut akan “memakan” energi kesedihan, dan kemudian mengubahnya menjadi kegembiraan.Jadi siapapun orangnya, meski sekarang ini mereka memancarkan energi berfrekuensi negatif, kalau mau, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi energi berfrekuensi positif dengan mengikuti dan menerapkan semua prinsip hukum universal sukses yang satu ini.Kekuatan untuk melakukan segala sesuatu tidak datang dari luar diri seorang manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena itulah Allah swt telah meletakkan energi berfrekwensi Tinggi atau berfrekwensi Ilahiah di dalam diri manusia yang disebut Allah swt berfirman
:اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ“\
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257)
Berjalan di tengah siraman cahaya hidayah merupakan nikmat yang sangat agung. Sebaliknya, tenggelam dalam kegelapan kesesatan merupakan bencana yang sangat mengerikan.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-An’aam: 122)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata mengenai tafsiran ayat ini, “Orang itu -yaitu yang berada dalam kegelapan- adalah dulunya mati akibat kebodohan yang meliputi hatinya, maka Allah menghidupkannya kembali dengan ilmu dan Allah berikan cahaya keimanan yang dengan itu dia bisa berjalan di tengah-tengah orang banyak.” (al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 35)
Orang-orang yang beriman, mendapat anugerah bimbingan dari Allah untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir (Manusia yang hatinya terkunci mati) yang jelas-jelas menentang ayat-ayat-Nya dan berpaling dari petunjuk Rabbnya, maka ‘pembimbing’ mereka adalah thoghut (Jin, syetan, Iblis, & kuasa kegelapan lainnya) , yang justru mengeluarkan mereka dari cahaya menuju gelap gulita.Begitu pula orang-orang munafik, yang sengaja meninggalkan kebenaran dan mencampakkannya, maka Allah ta’ala membiarkan mereka berjalan di atas kegelapan yang mereka pilih atas kehendak hawa nafsunya.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Perumpamaan mereka -orang munafik- seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS. al-Baqarah: 17-18)
al-Hafizh Ibnu Katsir menukil riwayat dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengenai tafsiran dari ayat ini. Beliau berkata, “Ini adalah sifat orang-orang munafik. Dahulu mereka beriman sehingga iman itu menyinari hati mereka sebagaimana api yang menyinari orang-orang yang menyalakan api. Kemudian mereka justru kufur maka Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka dan mencabutnya sebagaimana lenyapnya cahaya dari api tersebut sehingga Allah membiarkan mereka berada dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim [1/67])
Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman. Yang keduanya telah dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya), “Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Dan sesungguhnya kedua hal itu -yaitu al-Qur’an dan iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan di akherat. Ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya.”(al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 38)
Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan antara kemuliaan dan kejayaan suatu kaum dengan komitmen mereka terhadap ajaran al-Qur’an. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan menghinakan sebagian yang lain dengan sebab Kitab ini pula.” (HR. Muslim)
Sebagaimana Allah ta’ala menjadikan iman dan ilmu sebagai sebab pengangkatan derajat sebagian dari hamba-hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadilah: 11)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengaitkan antara kebaikan seseorang dengan kepahamannya terhadap al-Qur’an dan komitmennya untuk mendakwahkannya. Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dengan bahasa lain, kepahaman terhadap agama itulah yang akan menggiring manusia menuju kesuksesan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka niscaya akan dipahamkan dalam urusan agama.”(HR. Bukhari dan Muslim)Di sisi lain, Allah ta’ala juga mengaitkan antara kekuatan iman yang ada dalam hati seseorang dengan perhatiannya yang serius terhadap kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka…” (QS. al-Anfaal: 2)
Sementara, kaum Khawarij -meskipun mereka pandai membaca al-Qur’an- namun dicela oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -bahkan disebut sebagai Syarrul khalqi wal khaliqah/sejelek-jelek manusia- akibat bacaan mereka tidak diiringi dengan kepahaman hati dan tidak bisa memetik pelajaran yang semestinya dari apa yang mereka baca -sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat/salafus shalih-. Beliau bersabda, “Mereka itu -yaitu Khawarij- pandai membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
an-Nawawi rahimahullahmengutip salah satu penafsiran hadits ini bahwa maksudnya adalah, “…Maknanya hati mereka tidak memahaminya dan mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka baca…” (Syarh Muslim [4/349])
Dari sinilah, kita dapat menarik pelajaran bahwa untuk membebaskan diri dari kegelapan seorang hamba harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu untuk menghidupkan hati yang telah mati dan gersang menjadi hati yang hidup dan subur dengan keimanan. Sementara harapan itu tidak akan terwujud kecuali dengan cara mentadabburi al-Qur’an dan memahaminya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.
Betapa indah ucapan al-Imam Nashir as-Sunnah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisirahimahullah dalam Lum’at al-I’tiqad-nya, “Aku beriman kepada Allah dan segala yang datang dari Allah sesuai dengan keinginan Allah. Dan aku beriman kepada Rasulullah dan segala yang datang dari Rasulullah sesuai dengan keinginan Rasulullah.”Dan hal itu tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali jika dilandaskan pada kepasrahan total terhadap ayat-ayat Tuhan yang berada di dalam Kitab Al-Quran sebagai ayat Kauliyah dan juga ayat-ayat Tuhan yang berada di alam semesta sebagai ayat Kauniyah yang kita kenal sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah. Sehingga tidak ada jalan keluar dari kegelapan yang meliputi langit kehidupan kita kecuali dengan kembali kepada tuntunan dan bimbingan Tuhan semesta alam..Allah swt. tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Maka, segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita, pasti itu bukan tuhan. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah.
Ayat Qauliyah
Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang cara mengenal Allah.QS. At-Tin (95): 1-8Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Ayat Kauniyah
Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita (Alam Semesta) yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam semesta ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.QS. Nuh (41): 53Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
Kuantum Husada NAQS DNA NAQS DNA, menggunakan Energi Cahaya Wasilah Nuurun ‘ala nuurin (Frekwensi “M”) sebagai jembatan penghubung di antara 7 level lapisan tubuh energi manusia. Sehingga cahaya Ilahi dapat menerobos hijab dan menerangi lapisan tubuh energi manusia hingga lapis yang terbawah yaitu tubuh fisik. Dan itu secara otomatis memberikan kemampuan pada manusia untuk memaksimalkan potensi 7 lapis tubuh energinya. Tanpa frekwensi yang berasal dari Allah SWT, Tidaklah mungkin manusia dapat terhubung dengan Sistem Energi Cahaya Ilahi dan mengoptimalkan Kesadaran Ruh Ilahiahnya untuk menerangi Hidup dan kehidupannya. Serta melakukan perubahan positif bagi hidup dan kehidupannya
.Melalui Attunement naqs dnaDengan selaras dengan Tuhan maka kita tidak akan terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan energy dalam mengahadapi segala problematika kehidupan. Hidup menjadi ringan dan Kesuksesan menjadi sedemikian mudah di raih sehingga seolah-olah tanpa upaya sama sekali (Effortless success). Menguras tenaga dan energi sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikeluarkan, apabila kita selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan terhubung dengan Energi Cahaya Ilahi maka kita akan selalu tersuplai dengan energy yang berlimpah dan tiada batas. quantum husada
LIMA PRINSIP MENGUBAH IMPIAN
MENJADI KENYATAAN
LIMA PRINSIP MENGUBAH IMPIAN MENJADI KENYATAAN Oleh Ki Abduljabbar
.Buku “5 principles to turn your dreams into reality” karya Adi W.Gunawan dan Ariesandi Setyono ini akan membuka rahasia mengaktifkan money magnet dalam diri kita. Buku ini merupakan penjelasan secara mendetail mengenai langkah-langkah rahasia untuk mengaktifkan money magnet dalam diri kita masing-masing. Langkah-langkah rahasia kesuksesan itu adalah :
- Impian Dalam bagian ini, dikatakan bahwa Impian harus bersifat pribadi dan personal, serta melibatkan emosi di dalamnya sehingga daya pancar dari impian itu akan semakin kuat. Yang terpenting adalah berfokus pada makna di balik pencapaian itu sendiri. Apabila kita dengan sadar menentukan tujuan hidup, maka kita menata energi di sekitar untuk menghasilkan yang kita pikirkan. Ini sejalan dengan hukum Law of Attraction, dimana frekuensi yang sama akan menarik hal yang sama pula
- Yakin Dalam bagian ini diajarkan cara yang tepat dan terbukti efektif dalam menghancurkan mental block yang menghalangi diri kita untuk menjadi yakin sebelum mencapai keberhasilan. Apa itu mental block? Istilah lainnya adalah self limiting belief, yakni sekumpulan program pikiran yang tersimpan di pikiran bawah sadar, yang bersifat menghambat seseorang dalam proses pencapaian keberhasilan. Cara-cara tersebut antara lain adalah afirmasi, visualisasi, dan terapi kata-kata. Penjelasan lebih lanjut mengenai cara afirmasi, visualisasi, dan terapi kata-kata agar efektif sudah saya posting.
- Syukur Langkah ketiga adalah syukur yang merupakan bentuk lanjut dari yakin. Setelah mental block kita dapat kita atasi pada bagian yakin, maka syukur akan meningkatkan energi psikis kita secara luar biasa. Dalam bagian ini dikatakan bahwa cara paling mudah untuk bersyukur adalah dengan memutuskan untuk bersyukur, kalau perlu menjadi ahli bersyukur.
- Pasrah Pasrah dalam hal ini berarti melakukan sesuatu semaksimal mungkin dan hasilnya diserahkan pada Tuhan. We do our best and let God take care of the rest. Tuhan yang akan mengatur hidup kita.
- . Doa Doa sangat penting karena merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan Sang Pencipta. Postingan saya sebelumnya menekankan pada pentingnya penggunaan kalimat positif dalam berdoa. Satu hal yang orang jarang sadari adalah bahwa apa pun yang mereka panjatkan saat berdoa sebenarnya merupakan sugesti atau afirmasi yang mereka tanamkan dalam pikiran bawah sadar mereka. Dan pikiran bawah sadar inilah yang berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dalam buku ini juga dikatakn bahwa doa yang benar adalah doa yang kita lakukan melalui kualitas berpikir, ucapan, dan tindakan kita sehari-hari. Mohon renungkan postingan saya sebelumnya.Intinya, saat kita tahu apa yang kita inginkan, yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang kita minta, syukur untuk nikmat yang akan kita terima dan pasrah sepenuhnya akan kehendak Tuhan, maka sebenarnya kita telah melakukan doa yang sesungguhnya. Pahamilah langkah-langkah dalam postingan-postingan saya sebelumnya dan terapkan secara benar, maka Anda tidak hanya akan meraih kesuksesan financial, tapi juga di bidang apa saja dalam hidup, termasuk bidang spiritual.
Dengan visualisasi kreatif, kita dapat mewujudkan mimpi-mimpi kita. Dalam alam semesta ini, banyak sekali kelimpahan untuk kita. Dan untuk mewujudkan semua keinginan terbesar kita, kita harus memiliki tujuan dari impian kita terlebih dahulu. Setelah itu, ada banyak cara untuk membuat alam semesta membantu mewujudkan semua impian terbesar kita. Salah satunya adalah berpikir positif.
Cara lain dapat dengan memvisualisasi semua yang kita inginkan, dalam visualisasi itu, kita harus membayangkan bahwa kita benar-benar sudah menerima apa yang kita inginkan. Contoh, apabila anda menginginkan rumah baru, maka anda harus bervisualisasi seperti anda sudah berada dalam rumah itu dan mengelilingi seluruh sudut rumah baru anda dari dapur, kamar dan semua bagiannya.
Selain itu, afirmasi juga dapat kita gunakan dalam usaha untuk mewujudkan impian terbesar kita. Semua yang kita visualisasikan dan afirmasikan maupun yang kita pikirkan harus benar-benar sesuatu yang kita inginkan. Semuanya juga harus mempunyai tujuan yang benar-benar jelas sehingga semuanya dilakukan dengan emosi (rasa gairah atau soul state) yang dapat membantu kita untuk mewujudkan semua impian-impian besar yang ingin kita wujudkan.
Mengoptimalkan Potensi ManusiaBagaimana cara kita agar dapat mengoptimalkan potensi yang kita miliki adalah sama dengan bagaimana kita dapat mengenali, mengendalikan dan mendayagunakan kekuatan pikiran kita. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kesuksesan hidup kita sangat tergantung dari apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita mendayagunakan kekuatan pikiran kita itu
.Paling tidak ada dua paradigma penting untuk menuntun kita ke arah pencapaian tujuan atau cita-cita hidup kita, apakah itu berupa kebebasan finansial, hubungan yang indah dengan Tuhan dan sesama, kesehatan, kebahagiaan, maupun kesejahteraan.
Paradigma pertama adalah Pikiran Anda Menentukan Kesuksesan Anda (Your Thinking Determines Your Success), dan kedua adalah Kebiasaan Anda Menentukan Masa Depan Anda (Your Habits Will Determine Your Future). Hal ini berarti bahwa kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari serta apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menggunakan kekuatan pikiran inilah yang sangat menentukan apa jadinya kita di masa mendatang.Dalam buku berjudul “Applications in Self Management” karangan Brian T. Yates,
kedua paradigma itu dijabarkan dalam teknik- teknik manajemen diri, yaitu: teknik-teknik yang berhubungan dengan perilaku (behavioral techniques) dan teknik teknik pendayagunaan pikiran (cognitive techniques).
Dalam buku tersebut manajemen diri didefinisikan sebagai teknik-teknik psikologis untuk memecahkan masalah-masalah personal (pribadi) dan interpersonal (hubungan antar pribadi), maupun untuk mencapai tujuan-tujuan karir dan kehidupan. Meskipun tentu saja ini adalah definisi yang menurut kami merupakan sebagian dari manajemen diri.Sesungguhnya kemampuan kita untuk mendayagunakan kekuatan pikiran sangat ditentukan oleh serangkaian kebiasaan yang kita lakukan dengan pikiran kita.
Menguasai dan mengendalikan pikiran kita hanya dapat kita lakukan melalui serangkaian latihan terus menerus dan disiplin diri yang kuat, sehingga akhirnya kita bisa memanfaatkan kekuatan dahsyat dari pikiran kita secara otomatis. Hal ini persis seperti proses ketika kita belajar mengemudikan mobil. Pelajaran pertama adalah bagaimana menyelaraskan pedal gas dan pedal kopling agar mobil dapat berjalan dengan mulus. Jika kita melepas kopling terlalu cepat, mobil akan melompat. Jika kita menekan gas dengan kencang sedangkan pijakan kopling kita tahan, maka mobil tidak akan berjalan dan mesinnya menderu-deru. Kadang-kadang mobil berjalan tersendat-sendat seperti orang tua yang terbatuk-batuk. Tetapi setelah latihan terus menerus, akhirnya kita sekarang mengemudikan mobil sudah tidak memikirkan kopling dan gas lagi – sudah otomatis. Bahkan kita bisa menyetir mobil sambil mengobrol di telepon genggam kita. Demikian halnya dengan cara kerja pikiran kita yang dapat kita analogikan sebagai mobil yang dapat membawa kita kemanapun tujuan hidup yang kita impikan.
Bekerja dengan pikiran (mind power), tidak perlu harus memahami fungsi dan cara kerja otak dan jaringan syaraf – maupun hukum-hukum fisika kuantum dan fisiologi syaraf (kedua disiplin ilmu ini digunakan oleh para ahli untuk menjelaskan cara bekerjanya otak kita yang identik dengan cara kerja alam semesta). Seperti halnya dalam analogi mobil tadi – untuk belajar mengendarai (baca:mengendalikan) mobil (baca:pikiran), kita tidak perlu memahami cara kerja karburator dan bagaimana busi dapat menimbulkan api untuk pembakaran yang menggerakkan mesin. Hanya sedikit dari kita yang mengerti mesin, namun hal ini tidak menghambat kita untuk dapat mengendarai mobil.
Gelombang Energi Otak dan Pikiran Bawah SadarNamun demikian paling tidak ada hal-hal yang perlu kita ketahui tentang otak dan pikiran kita – agar kita dapat mengoptimalkan kekuatan pikiran kita. Otak kita merupakan pusat kendali kehidupan kita. Denyut atau getaran/gelombang energi yang dihasilkan otak menentukan kondisi kita. Gelombang energi otak tersebut dapat diukur dengan alat yang disebut Electro Encephalographi (EEG). Setiap denyut diukur dengan satuan Hertz (Hz) atau cps (cycle per second = putaran per detik). Alat ini biasa digunakan di rumah sakit –rumah sakit untuk memantau kondisi pasien yang berada dalam keadaan kritis.
Gelombang energi otak terdiri atas empat keadaan (brainwave states), yaitu: beta, alpha, theta, dan delta. Keadaan beta (13-28 Hz) adalah keadaan gelombang otak yang sedang aktif bertindak atau sadar. Kondisi ini disebut sebagai pikiran sadar, yaitu saat seseorang dapat berkonsentrasi pada banyak hal. Biasanya pada kondisi ini kita berpikir logis, rasional, analitis, dan penuh perhitungan. Kita berkomunikasi dan melakukan kegiatan fisik pada kondisi gelombang otak beta.Keadaan alpha (7-13 Hz) adalah keadaan saat otak kita relaks dan tenang. Keadaan alpha ini sangat penting untuk membuka jalan menuju kekuatan pikiran bawah sadar. Keadaan theta (3,5 – 7 Hz) adalah keadaan ketika pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan ini juga terjadi pada saat kita tertidur dan bermimpi yang ditandai dengan gejala REM (Rapid Eye Movement). Keadaan delta (0,5 – 3,4 Hz) adalah keadaan gelombang otak pada saat kita tertidur lelap (deep dreamless state). Pada keadaaan ini terjadi penyembuhan alami dan peremajaan sel-sel tubuh. Sedangkan gelombang otak di bawah 0,5 Hz adalah keadaan koma, dan jika nilainya 0 cps, manusia dapat dinyatakan meninggal secara klinis.Kunci kekuatan pikiran kita adalah pada kondisi gelombang otak di bawah 13 putaran per detik, yang merupakan batas antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pada kondisi gelombang otak 13 Hertz ini terdapat sebuah filter pembatas yang disebut filter RAS (Reticular Activating System). Filter ini semacam pintu masuk ke alam pikiran bawah sadar. Oleh karena itu penting bagi kita untuk dapat membuka filter ini. Satu-satunya cara untuk membuka filter ini adalah melalui proses relaksasi dengan tujuan menurunkan frekuensi gelombang otak kita.
Teknik Mendayagunakan Pikiran Kita
Dengan memasuki pikiran bawah sadar memungkinkan kita untuk mengendalikan
kehidupan kita melalui teknik-teknik subconscious reprogramming (memprogram
kembali pikiran bawah sadar), accelerated learning ( mempercepat proses
pembelajaran), pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kreatif,
maupun membangkitkan intuisi dan kreatifitas.Ada beberapa hal dasar
yang perlu kita ketahui dalam menerapkan teknik-teknik yang disebutkan di atas,
yaitu: relaksasi, afirmasi, visualisasi, dan jangkar emosi.
Relaksasi Untuk masuk ke pikiran bawah sadar, kita harus membuka filter Reticular Activating System dengan cara melakukan relaksasi dan teknik Membangun Tempat Kedamaian. Tempat Kedamaian yang dimaksud disini adalah suatu tempat imajiner dalam pikiran kita yang kita bangun untuk menenangkan pikiran kita. Setiap kita membayangkan tempat itu kita merasa rileks dan seluruh beban pikiran kita terlepas. Untuk memperdalam hal ini kami menyarankan anda membaca buku karya Sandy MacGregor berjudul Piece Of Mind yang sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia.
Afirmasi Afirmasi adalah cara yang paling mudah dan sederhana untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar kita. Afirmasi berupa pernyataan pendek dan sederhana (seperti: mantra atau berupa ayat-ayat Kitab Suci) yang kita sampaikan terus menerus dan berkali-kali kepada diri kita. Pada saat melakukan afirmasi sesungguhnya kita sedang mempengaruhi keadaan pikiran bawah sadar kita.
Visualisasi Kita harus dapat menggambarkan dalam pikiran kita tentang apa yang kita inginkan atau kondisi apa yang kita harapakan. Kita harus menggambarkan dengan jelas sehingga kita benar-benar dapat melihat diri kita sendiri dalam pikiran kita. Membuat gambaran dalam pikiran kita adalah seperti membuahi sebuah realitas, dan yang terpenting adalah keyakinan kita bahwa apa yang kita buahi tersebut akan menjadi kenyataan pada waktunya nanti. Inilah rahasia kesuksesan mereka yang secara disiplin dan yakin melakukan proses visualisasi dalam kehidupannya. Seringkali banyak diantara kita pernah melakukan hal ini secara tidak sadar. Visualisasi berbeda dengan melamun, visualisasi bersifat aktif dan proaktif membangun sebuah realitas yang kita impikan
Jangkar Emosi Jika visualisasi menciptakan adegan atau gambaran seperti dalam film, maka menambahkan emosi (seeding) itu seperti halnya menambahkan sound track. Kita perlu menambahkan perasaan atau emosi yang menyertai afirmasi dan visualisasi kita. Kita harus dapat merasakan emosi yang muncul jika realitas yang kita impikan itu terwujud dalam visualisasi kita.Dengan mengetahui cara-cara relaksasi, afirmasi, visualisasi dan jangkar emosi, maka kita dapat melakukan pemrograman ulang terhadap pikiran bawah sadar kita, atau meningkatkan kemampuan belajar/membaca kita, merumuskan tujuan hidup atau pencapaian keinginan kita, maupun membangkitkan intuisi dan kreatifitas untuk pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah yang kita hadapi sehari-hari.
.jpg)